February 7, 2013

A Holiday at Sukabumi

Jadi ceritanya selama 5 hari 4 malem ke belakang (dari hari Sabtu) itu aku dan 4 orang lainnya sedang berlibur di Sukabumi untuk menghindari penatnya Bandung akhir-akhir ini. Banyak yang menuhin Bandung ya sekarang *padahal sendirinya cuma orang keturunan Sumatra yang udah menuhin Bandung dari lahir*. Anak perantauan aja pada pulang saking penatnya sama kemacetan Bandung. Apalagi kita-kita bro.

Nah, orang yang pergi sama aku itu adalah Ririz dan Udin (KarungBoy). Sisanya adalah supporting characters: teman-teman kuliahnya Udin; Veno dan Aji. Nah di host acaranya adalah si Mas Udin, si anak asli Sukabumi yang hobinya memfoto hidungnya sendiri.
Bukti nyata
Lanjut, Kak!

Kita berangkat dari (terminal) Bandung jam 8 pagi. Tapi tentu saja bukan cowok namanya kalau tidak ngaret. Mas Udin dan kawan-kawan baru sampai di terminal pada pukul... ah pokoknya ngaret.

Aku dan Ririz, sebagai gadis-gadis manis yang memperhatikan ketentraman perut semua orang, membawakan Bacol, makanan yang begitulah-bentuknya, untuk sarapan. Pokoknya kalo belum makan Bacol belum jadi agaci (anak gaul Cimahi). Anak-anak KK Bandung yang kopdar di Taman Lalu Lintas yang kemarin nyobain aja mengakui dahsyatnya rasa Bacol loh.
Bacol isinya tahu, bala-bala, dan cireng. Bumbunya... ya gitu pokoknya

Meski ujung-ujungnya mas Udin yang menghabiskan, tapi kita tetap puas dan kenyang.

Sampai di Sukabumi, rumahnya Udin tepatnya, kita disambut oleh udara yang dingin! Dan... men, rumahnya Udin terletak di bagian pedalaman dan merupakan... tempat liburan yang paling diriku cari akhir-akhir ini. Suasana pegunungan, pohon-pohon yang banyak, dan kabut yang turun di pagi hari yang bikin gak pingin pulang.
Oh iya. Aku punya list hal yang harus kulakukan sebelum bisa mati dengan tenang. Salah satunya adalah nememui orang tua seorang temen cowok / pacar dengan bantal di dalem baju di bagian perut, lalu pas ketemu orang tuanya aku bakal mengelus-elus perut sambil tersenyum pahit dan berkata, "Om dan Tante... ah tidak. Mamah, Papah... ini cucu kalian :)" tadinya ingin sekali begitu ke orang tuanya Udin tapi ga ada bantalya '-'.

#skip

Setelah sampai dan masuk ke kamar masing-masing kita kemudian ngobrol-ngobrol di balkon belakang rumahnya yang ngadep langsung ke pemandangan indah di foto atas ini. Sorenya dikasih susu murni hasil perah sapi yang baru aja digodok. Gyaaa.
Kita sempat bertanya kenapa sapi gak boleh diperas pada waktu yang seenak jidat kita. Kata ibunya Udin, sapi juga punya perasaan. Harus diperas pada jadwal yang sudah ada. Kalau kecepetan atau kelamaan, si sapi bisa stress.

"KENAPA SUSUKU DIREMAS BUKAN PADA WAKTUNYA MAMAAH?"

#abaikan

Betewe, bonus dari kameranya mas Veno.
#eaaa
Malemnya kita berempat (yang bukan orang Sukabumi) menjadi parasit dengan ikut merayakan ulang tahun bapaknya Udin yang ke 60 (aslinya hari Senin, tapi karena dikira mas Udin udah pulang hari Senin jadi dimajuin). Kumpul-kumpul keluarga dengan anak-anak yang sudah memberikan cucu (kecuali si Udin) membuat aku terobsesi untuk punya momen yang sama dengan keluargaku nanti.
Pulangnya, sekitar jam 9, aku dan Ririz merapat ke kamar cowok. Awalnya pingin kokologian sama Udin malah jadi didongengin cerita horror sama Aji. Empunya rumah udah bobok unyu duluan. Sebelum bobok Udin sempat berpesan kepada kita agar henpun disimpan dekat-dekat kalau perlu taruh bawa bantal. Perasaan parno akan hantu berubah jadi parno sama maling.

Hari keduaaaaa.

Jadwal kita adalah ke Cipanas pada jam 6 (dari rumah). Tapi ketidakmampuan untuk bangun pagi dari semua pihak menyebabkan kita baru berangkat jam 9 '-'. Dan aku terlalu meremehkan Sukabumi. Ternyata kota ini bisa panas terik... hueee...

Sebelum ke Cipanas kita bertengger di goa Lalay dekat pelabuhan Ratu. Seperti namanya, ini adalah goa tempat tinggal para kelelawar (lalay bahasa Sunda-nya). Saking banyaknya, tai nya pun banyak. Bikin kita gak lama-lama di tempat ini.
Perjalanan dari rumah Udin ke Cipanas adalah sekitar 2-3 jam. Jadi kita baru nyampe di Cipanas jam 12-an. Kalo udah panas gak mungkin kan kita berendem air panas. Yaudah banting setir ke pantai. Kita akhirnya ke pantai Karang Hawu. Sebelum ke pantai kita memutuskan untuk makan ikan bakar dulu.
Men, ternyata mahal banget men. Mahal buat dompet mahasiswa miskin seperti kami. Kita makan seekor ikan kue seberat 2 kilo-an untuk berenam (sama pak supir), 4 es kelapa dan 2 es jeruk. Ditambah satu ekor lagi untuk dibawa pulang, keseluruhan bill adalah yangdi bawah ini nih.
Setelah itu kita memutuskan untuk tidak mensetor perut berisi 560 ribu itu ke WC dulu seharian ini.

Dan acara utama adalah... PANTAI! PANTAI! Laut adalah hal terpaling dari yang paling aku ingin kunjungi dari kemarin. Dan akhirnya... PANTAI!

#nocomment
Oke.
Lagi bikin parit. Kurang kerjaan emang
#eaaa
Habis dikotori
Bikin tempat pengaliran air. Paling kurang kerjaan
Well, this is absurd...
Sayangnya kita cuman sebentar di pantai karena udah sore dan perjalanan ke rumah masih jauh. Diriku dan Ririz yang belum mandi dari pagi akhirnya mandi di kamar mandi umum '-'.

Malemnya kita gak ngapa-ngapain sih. Pada galau sih #yaudah

Eh tapi aku dan Ririz menemukan sesuatu yang fantastis.
HAHAHAHAHAHAHA
#Ehm

Hari ketigaaaa

Kita gak kemana-mana. Tadinya mau ke SMA 3, sekolahnya bang Udin. Tapi kita mendengar kabar buruk dari Ipoy (ade-adeannya Udin, orang yang mau kita temuin disana). Akhirnya semua bobok siang unyu. Malemnya baru jalan-jalan keliling Sukabumi sama kakaknya Udin. Dalam waktu yang singkat, ternyata kita sudah mengelilingi seluruh Sukabumi (kota).

Banyaknya nama jalan dan pemandangan yang hampir serupa sama Bandung, aku dan Ririz sempat bingung apakah sebenarnya kita sedang ada di Sukabumi atau dimensi lainnya Bandung.

Tidak ada foto karena... malas foto.

Hari keempaaat~

Yang cowok, Veno dan Aji akhirnya pulang (kesannya gue pingin mereka pergi ye ._.). Kita bertiga mengantarkan mereka ke terminal. Di perjalanan, kita bermain Icon Pop Quiz yang ada di HP gue. Lancar menjawab hampir semuanya membuktikan bahwa kita adalah manusia-manusia yang memang lebih mudeng pake otak kanan.

Setelah mereka pergi, kita bertiga yang sisanya kemudian ngegaul ke mall-mall. Ini jadi seperti seorang om Pedo yang sedang menemani 2 gadis innocent jalan-jalan. Kita juga lalu ke sebuah toko peralatan aksesoris dkk gitu. Dan... murah-murah ;_; diriku menemukan gelas Hello Kitty seharga 30 ribu.
Kita juga membeli monopoli. Karena curhat adalah out of option.

Awalnya, gue adalah orang termiskin sementara Udin adalah orang terkaya. Gue punya banyak tanah termaksud yang paling mahal, Jakarta (di monopoli itu yang paling mahal '-'). Tapi jarangnya diinjaki dua orang lawan gue ini menyebabkan gue miskin. Meanwhile mas Udin membeli tanah-tanah yang sialnya sering kita injak.
Monopoli, ruined friendship since 1903
Di tengah-tengah keadaan dimana gue memiliki banyak hutang baik ke Udin maupun perpajakan, gue sempat masuk penjara. Tau kan kalo masuk penjara keluarnya bayar 50 atau gak ngocok dadu dan harus dapet angka yang sama selama 3 putaran. Dalam keadaan melarat, masuk penjara adalah hal terindah karena gue ga harus ketakutan nginjek tanah milik orang lain.

Sialnya, diriku mendapat dua angka 1 pada kocokan pertama. Ririz dan Udin hari itu tertawa puas.

Setelah keluar, gue maju 2 langkah ke perusahaan listrik (yang untungnya adalah milikku ;_;). Setelah itu mendapatkan angka 5 dan 3 = 8, yang berarti maju sampai parkir bebas. Tau kan, kalo dapet parkir bebas, bisa ngambil uang di perpajakan. Itu loh, yang di antara kesempatan dan dana umum. Jumlah uang disitu adalah sekitar 1900. Gue jadi kaya mendadak dan langsung sujud syukur kemudian goyang itik.

Keberuntungan mendadak tidak hanya terjadi sekali. Setelah itu gue mendapatkan kartu bebas penjara dari dana umum. Sebelumnya juga dapet dari kesempatan. Tapi gak terlalu berarti karena mendingan diem di penjara daripada jalan tapi bayar mulu '-'.
Hari kelima, adalah hari terakhir kita di Sukabumi. Inginnya sih gak usah pulang. Tapi kita berdua bisa dibunuh enyak dan babeh masing-masing. Lagipula kita sudah banyak merepotkan keluarga Udin. Setiap hari kita dicekoki makanan-makanan yang tidak bisa ditolak dan akhirnya masuk dengan suka cita ke perut.

Airnya meen. Dingin khas gunung banget. Perasaan waktu gue ke Garut dulu gak gini-gini amat dinginnya (ah, apa aku yang lupa ya). Setiap jeburan pasti ada teriakan kecil. Gak siang gak malem pokoknya dinginnya yahud.

Overall, it was an awesome holiday at Sukabumi. Meski ada hal-hal yang membuat hati tak tenang karena masalah eksternal, tapi liburan berjalan dengan menyenangkan. Gue mendapat semua yang gue inginkan ketika sedang sangat penat dengan macetnya Bandung. Setelah liburan panjang itu, begitu pulang ke rumah, ke Cimahi, gue merasakan hal yang dirasakan para perantau begitu pulang ke rumah: kangen.

Gue yang cuman 5 hari rumah Udin, tanpa disadari mulai terbiasa tinggal disana. Tidur dimana. Bagaimana keadaannya. Kalau mandi dimana dan bagaimana airnya. Dan begitu tidur di kasur yang biasa gue gagahi di Cimahi, gue merasa ada yang beda. Humu.

Dan buat mas Udin, host acara kita, beserta keluarga, terima kasih banyak atas apa yang telah diberikan. Kita tahu kita banyak merepotkan seperti memakai wi-fi untuk download game dan membully perutmu yang majunya berlebihan itu '-'.

Kita juga dicekoki susu murni tiap pagi, yang menyebabkan kita kentut terus. Dan menyebabkan, harus ditahan dengan susah payah kalo udah wudhu. Yang disayangkan adalah gak ada foto kita berlima. Ini juga fotonya kebanyakan Veno dan Udin yang ngambil. Kalo gue sama Ririz sih... males banget ._.

Humu, ada yang mau ngajak liburan lagi? :3

17 comments:

  1. nyahahahah XD aku menang monopolyna ga diceritain =3= si kancil juga kagak =3=3=3=

    ReplyDelete
    Replies
    1. kamuh? menang? kan ga tamat gara2 disuruh solat '-'

      Delete
    2. ndasmu menang!

      *lempar monopoli*

      Delete
  2. widiihh, vocation ke pegunungan sama pantai emang enak yak :D

    ReplyDelete
  3. GYAAAAAAAAAAAAA Liburan mu akhirnya berhasil :D
    dan...
    foto-fotomu beneran siga anak terlantar XD

    ReplyDelete
  4. Kesian sekali nasib para supporting character.

    Btw, enggak dijadiin obat nyamuknya Ririz yang menghadap camer kan? #DigeplakRiriz

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngga dong. meski ada beberapa momen diriku jadi semacam setan

      Delete
  5. sukabumi ya?ehmmm...ceweknya ketjeh ketjeh gak?eh? #SalahFokus

    ReplyDelete
  6. Itu kartu nama si Ikhsan? FUAHAHAHAHAH XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. jaman TK XD

      niatnya mau kita bawa sekotak dan dibagiin ke anak2 KK tapi lupa ey '-'

      Delete
  7. beneran, hari yang menyenangkan ya,,, asyik banget bisa jalan2 rame2 gitu... jadi pengen ikutan...

    mahal banget sampe kena 560 ribu, dompet langsung kempes..

    memang posturnya kayk anak kecilnya, tapi wajahnya unyu

    ReplyDelete
  8. Kalo di sini bacol itu bahan col... ah sudahlah.

    Impianmu ngelus ngelus bantal itu.. kampret kak!! :))

    ReplyDelete
  9. Nur Ikhsan Azizudin --- Sagitarius Boy =)) =))

    ReplyDelete
  10. 500rebu, ke jogja backpacker bisa 3hari. X))


    Oh, god. Itu monopoli.. Jadi pengen mainan itu.

    ReplyDelete

Komentarnya boleh apa aja deh asal gak berbau porno, SARA, dan menggunakan bahasa yang gak patut dikeluarkan seperti binatang-binatang itu atau yah itu lah.

Makasih X3