Bagaimana Jeniusnya Puti Azalea

Cerita ini terjadi pada tanggal 4 Agustus yang lalu alias KEMARIN. Jadi ceritanya, rencananya gue sama Cacing mau ngejenguk salah satu temen kita yg baru aja kecelakaan dan dirawat di Boromeus. Niatnya kita mau pergi bareng Opik dan Pedi. Kebetulan kan rumahnya si Pedi di deket-deket rumahnya si Zelika, jadi sekalian main.

Karna manusia-manusia yang ditunggu ga baleg alias GA BENER! :| akhirnya kita main bareng Zelika and the gank sajah. Tak lama kemudian, dengga ditraktir, gue dan Cacing pergi menemani Zelika ke CK yang letaknya di pom bensin yang sama-sama tak jauh dari kediamannya.

Pas balik ke rumahnya, gue menemukan Beat merah kesayangan gue sudah berubah menjadi Mio biru tanpa plat nomor.

OH MY GOD WHAT THE HELL IN THE WORLD IS GOING ON???

Ah gue tau pasti ini kerjaannya Vico dan kumpulannya. Supaya si Cacing yang sangat ia sukai tidak pergi dgn cepat :| akhirnya dengan berat hati waktu kita untuk berada disana diperpanjang.

Naaah pada beberapa saat kemudian gue menemukan motor gue di warung sebelah tempat kita main, yang ternyata anak-anak udah pada tau sebelum gue tau. TAHE. Jadi cuman gue yang gatau terus kaya orang bego!!!!!!!!!

Yaudah.

Beberapa puluh menit kemudian, ketika gue dan Cacing berniat pulang. Muncul problem terakhir: Kunci motor.

"Kunci manaaa????"
"Sumpah demi Allah Vico ganyembunyiin!"
"Terus gimana caranya tadi kamu mindahin terus nuker motornya???"
"DIANGKAT!"

Gue sempet ngambek sama dia karna bercandanya bener-bener keterlaluan. Eh, dia ngebuktiin: Motornya bener-bener diangkat ke depan gue. Karena masih ngambek, takut ga bisa pulang, bisi kunci motor ilang, ntar kasusnya sama kaya pas Cacing kehilangan kunci motor.

Gue pergi ke belakang si Cacing, ngadem sendiri di teras rumah orang.

Entah ada angin apa, gue meraba-raba saku kanan rok gue. Terasa sesuatu yang menonjol.

Feels like... my motorcycle key?

Kunci motor gue digantungin ke sebuah gantungan kunci yang bentuknya mirip saku belakang celana dan ukurannya pun seperti saku belakang celanamu.

Gue mencoba memasukkan tangan gue ke saku, dan mengeluarkan apa yg ada di dalamnya.

Anjrit.

Beneran. Ini kunci gue. Karena bentuknya yang gede dan gampang dikenalin gue gak ngira bakal ada di saku rok gue.

Tadi gue ngambek kaya orang gila, muka udah kusut kaya orang lagi boker, dan ternyata, kuncinya ada di gue. Gue malu sendiri. Tapi gue malu ngakuinnya. Akhirnya,

"Cing, ayo balik," kata gue nyamperin si cacing.
"Kan kuncinya gada..."
"Nih."

Si vico diem. Gondok. Gue ketawa gede. Dia jitak gue sekuat tenaga. Kita berantem. Civil war. END.

Daripada malu sendiri, gue ngakunya "hmm acting gue memang bagus sampai pada percaya gt," padahal sebenernya" SUMPAH GUE MALU BANGET TERNYATA KUNCINYA ADA DI GUE."

Hmm. Gue memang jenius. Prikitwwww

Comments

Popular Posts